Tuesday, April 11, 2017

Gaharu Menjadi Peluang Bisnis Menjanjikan

tegakan gaharu alam
Tegakan Gaharu
Gaharu menjadi peluang bisnis menjanjikan dikarenakan harga jualnya yang sangat tinggi dan merupakan produk ekspor ke berbagai belahan dunia khususnya Timur Tengah seperti Arab Saudi maupun Asia Timur seperti RRT, Korea dan banyak negara lainnya. Bagi rekan-rekan yang ingin memulai bisnis ini, sebaiknya terlebih dahulu mengenal produk ini dari luar sampai ke dalam agar tidak mengalami kegagalan maupun kerugian.
Gaharu memiliki penamaan yang berbeda-beda disetiap daerah seperti kayu alim, kayu karas, kayu kare, kaghas, mengkaras, garu, taba, jinkoh, aloewood, agarwood, eaglewood, kayu spritual, oudh, chenxiang dan masih banyak lagi penamaannya. Nah, saya akan memakai nama lain tersebut dalam postingan ini.
Selain memiliki nama daerah yang berbeda setiap tempat, kayu karas juga memiliki kualitas yang berbeda-beda pula berdasarkan warna, wangi dan berat. Dan kita bersyukur bahwa kayu garu sudah memilki Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional yang disusun oleh Tim Panitia Teknis Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Untuk mendapatkan SNI gaharu terbaru klik disini.
Untuk diketahui bahwa SNI tentang kayu mengkaras ini mengalami perubahan dari sebelumnya. SNI garu sekarang ini adalah SNI 7631:2011. Standar ini merupakan revisi dari SNI 01-5009.1-1999. Menurut buku SNI yang dikeluarkan oleh BSN tersebut bahwa alasan revisi standar ini karena adanya perubahan keadaan di lapangan. Jadi SNI sebelumnya yang dikeluarkan tahun 1999 dinyatakan tidak berlaku lagi. Disini kita melihat betapa besar perhatian pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan dalam penanganan gaharu.
Berdasarkan SNI 7631:2011 maka gaharu dikelompokkan menjadi 3 (tiga) sortimen yaitu : gubal garu, kemedangan dan Serbuk garu. Baiklah, kita akan mencoba melihat satu persatu SNI gaharu yang telah disusun tersebut sebagai panduan dalam kita menjadi gaharu sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
kayu gaharu kelas kulit
kayu gaharu kelas kulit
1) Gubal Garu
Gubal garu dibagi dalam 5 kelas mutu, yaitu :
  1. Double Super : memiliki warna hitam merata dan mengkilat, memiliki bobot yang berat dan ketika di masukkan kedalam air akan tenggelam dan memiliki aroma wangi halus ketika dibakar.
  2. Super A : memiliki warna hitam mengkilat tetapi tidak merata, memiliki bobot yang berat dan ketika di masukkan kedalam air akan tenggelam dan memiliki aroma wangi lembut ketika dibakar.
  3. Super B : memiliki warna hitam tetapi tidak mengkilat, memiliki bobot yang lumayan berat dan ketika di masukkan kedalam air akan melayang dan memiliki aroma wangi ketika dibakar.
  4. Super Tanggung A (Under Water) : memiliki warna hitam, ketika di masukkan kedalam air akan melayang dan memiliki aroma wangi ketika dibakar.
  5. Super Tanggung B (Up Water) : memiliki warna hitam, ketika di masukkan kedalam air akan terapung dan memiliki aroma wangi ketika dibakar.
2) Kemedangan Garu
Kemedangan garu dibagi dalam 6 kelas mutu, yaitu :
  1. Sabah : memiliki warna coklat kehitaman, ketika di masukkan ke dalam air akan melayang dan memiliki aroma wangi dibakar.
  2. Kemedangan A : memiliki warna coklat bergaris hitam, ketika di masukkan ke dalam air akan melayang dan memiliki aroma wangi dibakar.
  3. Kemedangan B : memiliki warna coklat bergaris putih tipis, ketika di masukkan ke dalam air akan melayang dan memiliki aroma wangi dibakar.
  4. Tanggung C (TG.C) : memiliki warna kecoklatan bergaris putih lebar, ketika di masukkan ke dalam air akan terapung dan memiliki aroma wangi ketika dibakar.
  5. Kemedangan Hijau : memiliki warna kecoklatan bergaris hijau, ketika di masukkan ke dalam air akan melayang dan memiliki aroma wangi ketika dibakar.
  6. Kemedangan Putih : memiliki warna putih keabu-abuan dan garis hitam tipis, ketika di masukkan ke dalam air akan terapung dan memiliki aroma wangi pedas ketika dibakar.
3) Serbuk Garu
Serbuk garu dibagi dalam 2 kelas mutu, yaitu :
  1. Serbuk gubal : memiliki warna hitam kecoklatan, dan memiliki aroma wangi ketika dibakar.
  2. Serbuk Kemedangan : memiliki warna putih kecoklatan, memiliki aroma agak wangi ketika dibakar.
abu gaharu
bahan baku penyulingan
Sedangkan harga masing-masing standar kelas kayu jinkoh tersebut tentu memiliki harga yang berbeda-beda dan terkadang bentuk yang unik seperti menyerupai naga maka akan menambah harga menjadi lebih tinggi. Pembeli atau buyer kayu alim sekarang ini sudah mulai banyak seiring dengan gaharu menjadi peluang bisnis menjanjikan. Keuntungan berbisnis oudh ini cukup lumayan, mulai dari 10 % sampai 50% dan bahkan lebih tergantung dengan kepiawaian dalam mengrading oudh tersebut. Tapi hati-hati loh, gaharu juga mempunyai jenis buaya yang menyerupai kualitas super tetapi memiliki harga jual yang rendah atau BMW yang dikenal dengan kayu tembak.
Jadi jangan heran kalau kita melihat para saudagar dengan pakaian gamis atau dengan pakaian santai bermata sipit datang ke daerah kita dalam rangka ingin membeli gaharu. Saya sendiri sudah membuktikan bagaimana oudh menjadi daya tarik untuk datangnya tamu ke Bengkulu untuk membeli garu dan pembayarannya pun cash dan dibayar dengan US Dollar.
Nah, saya berpesan kepada Petani atau penjual gaharu untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi kayu alim ini karena banyak pembeli atau buyer gadungan atau sekedar makelar yang tidak bertanggung jawab, biasanya mereka ini (buyer gadungan) beli dengan tidak cash sehingga petani menderita kerugian karena kayu alim tidak dibayar keseluruhan. Selanjutnya untuk Pembeli atau buyer hendaknya mematok harga yang wajar karena untuk mendapatkan gaharu sekarang ini khususnya alami butuh perjuangan dan resiko yang besar.
Gaharu menjadi peluang bisnis menjanjikan atau menjadi peluang bisnis merugikan itu tergantung kita masing-masing. Sampai kapanpun kayu ini akan terus dicari orang mengingat manfaat gaharu sangat besar bagi kehidupan manusia. Saat ini kayu mengkaras sudah banyak yang membudidayakan di tanah air kita ini. Sudah ratusan bibit bahkan jutaan bibit telah tertanam di Indonesia baik secara pribadi, organisasi bahkan pemerintah daerah juga ikut serta menanam kayu alim.
Terbukti sekarang ini sudah banyak perusahaan yang bergerak mengelola produk turunan dari chenxiang ini, mulai dari teh sebagai herbal minuman, sabun, spray, minyak oles dan sampai parfum berbahan baku gaharu sudah bisa kita temui di Indonesia. Hal ini tetap mengindikasikan gaharu menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Bisa kita bayangkan sudah berapa banyak populasi gaharu yang sudah tertanam dan ikut menyumbangkan oksigen dunia. Cara-cara dan rekayasa teknologi untuk menghasilkan gubal garu yang berkualitas terus dilakukan. Kita berharap dan berdo'a suatu saat nanti ditemukan suatu teknologi yang dapat menjadikan gubal garu dengan biaya murah dan mudah dalam pengerjaannya sehingga petani maupun penggiat gaharu dapat sejahtera dalam berbisnis kayu harum ini.
Semoga postingan ini yang berjudul gaharu menjadi peluang bisnis menjanjikan bermafaat bagi kita semua.
Tanam Gaharu !!! Hijaukan Bumi... Sejahterakan Ekonomi.
Load disqus comments

0 comments