Wednesday, February 1, 2017

Teknologi Inokulasi Gaharu

teknologi inokulasi gaharu
Proses Pengeboran
Untuk menghasilkan gaharu agar memiliki nilai ekonomis tinggi maka sangat diperlukan teknologi inokulasi. Teknologi inokulasi gaharu dapat diartikan suatu cara untuk melakukan perlukaan pada pohon gaharu dan sekaligus memberikan serum/obat/bahan/vaksin/inokulan/fusarium untuk memacu agar pohon gaharu memproduksi resin fitoaleksin. Ya, teknologi inokulasi adalah perlukaan pohon gaharu secara buatan dengan campur tangan manusia. Teknologi inokulasi ini tentu saja harus disertai/disiapkan obat gaharu atau apapun namanya sebagai pemicunya.
Pada artikel ini, kami akan mencoba berbagi informasi tentang obat gaharu sebagai pemicu terbentuknya gaharu berdasarkan pengalaman pribadi dan kalau agak bingung harap dimaklumi saja ya.....he...he...he. Secara umum kami akan membagi obat gaharu berdasarkan jenisnya yaitu padat dan cair dan berdasarkan bahannya yaitu berbahan baku alami dan berbahan kimia.
Obat Gaharu Berdasarkan Jenisnya
a. Obat Gaharu Padat
Obat gaharu jenis ini lebih ditekankan pada media pengembangbiakan cendawan sebagai pemicu terjadinya infeksi pohon gaharu. Seperti kita ketahui salah satu pemicu terbentuknya fitoaleksin adalah cendawan dari jenis fusarium seperti Fusarium trichoderma dan Acremonium. Media yang digunakan adalah serbuk gergaji yang telah dicampurkan fusarium dan diinkubasi selama beberapa waktu. Penggunaan obat gaharu padat ini sudah jarang digunakan karena tidak praktis yaitu susah untuk memasukan serbuk gergaji tadi kedalam lubang-lubang pada pohon gaharu.
Obat gaharu padat ini bisa juga dibuat secara tradisional tanpa membeli yaitu dengan media gedebog pisang (batang pisang). Caranya yaitu gedebog pisang dicacah kecil-kecil kemudian dibiarkan beberapa hari sampai timbulnya fusarium, setelah itu dimasukan kedalam pohon gaharu yang telah dilubangi. Termasuk dalam jenis ini juga berupa stik gaharu yang telah diperlakukan khusus sehingga mengandung pemicu pembentukan gaharu.
b. Obat Gaharu Cair
Berbeda dengan obat gaharu padat, untuk penggunaan obat gaharu cair lebih praktis digunakan dan memakan waktu yang lebih singkat untuk dimasukkan dalam pohon gaharu karena berupa cairan yang berwarna ataupun bening tergantung dengan bahan baku yang digunakan. Sebaran obat gaharu cair ini lebih terkendali sesuai dengan teknologi inokulasi gaharu yang digunakan.
Obat Gaharu Berdasarkan Bahan Bakunya
a. Berbahan Baku Alami
Obat gaharu yang bahan bakunya menggunakan bahan alami sering disebut inokulan. Bahan baku yang digunakan untuk membuat inokulan biasanya dari buah-buahan ataupun tumbuh-tumbuhan yang telah melalui fermentasi dan dicampur bahan alami lainnya. Produksi inokulan sudah banyak beredar di Indonesia dengan harga bervariasi. Keberhasilan menggunakan inokulan ini cukup menggembirakan dan bau yang dihasilkan dengan menggunakan inokulan menyerupai bau alami. Fusarium sp termasuk juga inokulan yang berbahan baku alami, tetapi biasanya penyebutan fusarium tetap pada nama aslinya. Isolat juga termasuk obat gaharu yang berbahan baku alami. Warna obat gaharu ini biasanya coklat atau kehitaman.
b. Berbahan Baku Kimia
Obat gaharu berbahan baku kimia memiliki penamaan yang berbeda-beda di setiap negara. Di Thailand obat gaharu yang berbahan baku kimia dinamakan Inducer. Di Malaysia dinamakan Vaksin, di Vietnam dinamakan serum. Di Indonesia sendiri memiliki penamaaan yang berbeda-beda tergantung dengan produsen itu sendiri menamakannya. Adapun komposisi dan bahan baku yang digunakan untuk membuat obat gaharu jenis ini dapat ditanyakan ke produsennya. Keberhasilan obat gaharu jenis ini sangat luar biasa, dan memiliki nilai ekomis yang tinggi dengan waktu yang relatif singkat. Warna obat gaharu ini biasanya bening atau kecoklatan.
teknik infus gaharu
Teknik Infus
Ada juga beberapa produsen obat gaharu menggabungkan antara bahan baku alami dengan bahan baku kimia. Seperti Landucer yang merupakan penggabungan antara inokulan dan inducer, ada juga Bio Inducer yang menggabungkan organik dan kimia. Intinya adalah kesemuanya itu adalah cara untuk bisa menghasilkan gaharu.
Kembali ke judul postingan ini yaitu teknologi inokulasi gaharu maka saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana dan apa saja teknologi inokulasi gaharu yang sering digunakan. Yang terpenting adalah apapun obat gaharu yang digunakan pasti menggunakan salah satu teknik atau penggabungan beberapa teknik ini.
1. Teknik Vertikal
Teknik vertikal ini merupakan penyuntikan gaharu dengan terlebih dahulu melakukan pengeboran / membuat lubang bor pada pohon gaharu. Jumlah lubang bor dan jarang masing-masing lubang bor serta penggunaan mata bor disesuaikan dengan kebutuhan pemilik pohon gaharu. Lubang-lubang bor ini dimaksudkan untuk memasukan obat gaharu baik inokulan maupun inducer. Lubang bor yang dibuat dengan teknik ini memiliki jarak dan besar yang sama mulai dari pangkal pohon sampai atas pohon menuju vertikal ke atas dan ke bawah. Penggunaan teknik ini dilakukan apabila tegakan gaharu berada diantara pohon-pohon besar, tidak berada di lapangan terbuka. Kelemahan teknik vertikal ini adalah tegakan gaharu mudah sekali tumbang dihantam angin kencang.
2. Teknik Spiral
Hampir sama dengan teknik yang pertama, pada teknik spiral lubang bor yang dibuat tidak lurus vertikal tetapi membentuk spiral. Teknik spiral biasanya lebih tahan terhadap hantaman angin sehingga bisa diaplikasikan di tempat terbuka. Pembentukan resin gaharu biasanya terjadi di sekitar lubang-lubang bor. Jadi semakin banyak lubang yang kita buat maka peluang hasil gaharu semakin besar.
3. Teknik Infus
Berbeda dengan teknik vertikal dan spiral, teknik infus ini mengadopsi penggunaan infus di rumah sakit. Teknik infus memiliki keunggulan yaitu lubang bor yang lebih sedikit. Pemetaan titik-titik lubang bor dan kemiringan lubang bor yang akan dipasang infus juga berpengaruh keberhasilan teknik ini. Kelemahan teknik ini yaitu penggunaan obat gaharu lebih banyak. Keberhasilan teknik ini juga tinggi dengan hasil gaharu berupa gaharu log dengan grade tertentu.
teknik oles gaharu
teknik oles
4. Teknik Oles
Teknologi inokulasi gaharu yang selanjutnya adalah teknik oles. Teknik ini dilakukan dengan cara mengoles obat gaharu pada permukaan tegakan gaharu. Untuk melakukan teknik oles ini terlebih dahulu kupas kulit luar batang gaharu kemudian dioles menggunakan kuas. Teknik oles ini hanya menghasilkan gaharu kulit yang biasanya digunakan untuk penyulingan gaharu. Kelebihan teknik ini adalah pengerjaan yang mudah dan ketika panen kita tidak menebang pohon gaharu sehingga pohon dapat dipanen berkali-kali.
5. Teknik Pakunisasi
Teknik secara tradisional yang sering dilakukan oleh nenek moyang kita adalah dengan pakunisasi. Cara ini cukup dengan menyiapkan paku-paku besi dengan ukuran yang disesuaikan kemudian ditanamkan ke pohon gaharu. Ada juga yang mengganti paku dengan besi plat yang sudah dibentuk. Dalam berita di social media penggunaan teknik pakunisasi ini sudah memiliki buyer tersendiri.
6. Teknik Apinisasi
Teknologi inokulasi gaharu yang memiliki resiko besar adalah teknik apinisasi. Teknik ini tidak memerlukan modal yang besar tetapi memiliki resiko besar. Tegakan gaharu hanya dibakar dengan menggunakan kayu bakar atau pembakar lainnya sampai waktu tertentu. Untuk menggunakan teknik ini disarankan harus dengan hati-hati karena akan berakibat kebakaran hutan atau pohon gaharu sendiri bisa mati. Hasil dari menggunakan teknik ini bisa mendapatkan gaharu kulit tebal dengan kualitas bagus dan harga yang tinggi. Saya sendiri pernah menjual gaharu kepada buyer dengan harga yang tinggi. Termasuk dalam teknik ini adalah baut yang dipanaskan.
bibit gaharu bengkulu
bibit gaharu
Itulah 6 teknologi inokulasi gaharu yang kami ketahui dan beberapa teknik yang sudah saya terapkan pada tegakan gaharu yang kami miliki. Bagi petani gaharu ataupun pembudidaya yang akan menanam bibit gaharu tidak ada salahnya mengetahui tentang inokulasi gaharu baik itu obat gaharu maupun teknologi inokulasi gaharu. Kalau ada penambahan dari rekan-rekan penggiat gaharu tentang silahkan berkomentar di bawah.
Semoga bermanfaat.
inokulasi gaharu
proses pengeboran
Load disqus comments

0 comments