Friday, June 9, 2017

Perbedaan Gaharu Asli Dengan Gaharu Buaya

gaharu buaya
gaharu buaya
Seperti yang sudah diketahui oleh masyarakat banyak, bahwa gaharu memiliki harga yang sangat mahal bahkan mencapai puluhan juta sampai ratusan juta perkilo untuk kelas super. Tetapi tidak banyak informasi bahwa gaharu juga memiliki jenis yang mempunyai nilai ekonomis rendah yaitu gaharu buaya. Di petani, harga gaharu buaya hanya sekitar Rp. 15.000,- perkilo.
Bagi yang menekuni bisnis gaharu, mengenal gaharu jenis ini sangatlah penting agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kerugian. Gaharu buaya dengan nama latin Aetoxylon Spp memiliki kemiripan dengan gaharu asli dari jenis Aquillaria, Gyrinops maupun jenis yang lain. Di setiap daerah, gaharu ini memiliki nama daerah yang berbeda-beda seperti garu bouya, biduroh, laka, pelabayan, garu rawa dan nama lainnya. Informasi yang saya dapatkan dari petani yang sering mencari garu bouya bahwa tempat hidup gaharu ini berada di dataran rendah atau daerah rawa dan beberapa kali ditemukan berada di dalam rawa-rawa.
Pada postingan kali ini, saya akan memberikan informasi tentang gaharu buaya yang sering saya jumpai ketika hunting ke petani gaharu yang ada di wilayah Bengkulu. Saya sendiri sudah beberapa kali ditawarkan oleh petani/pencari gaharu dan Alhamdulillah selalu ketahuan oleh saya sehingga tidak terjadi kerugian.
Berikut ini perbedaan gaharu asli dengan gaharu buaya :

gaharu bouya
gaharu buaya
1. Aroma ketika dibakar
Untuk mencium perbedaan aroma ketika di bakar, sebaiknya kita membakar gaharu asli terlebih dahulu setelah itu membakar garu laka ini. Gaharu asli memiliki aroma yang lembut, tajam aroma khas gaharu dan tidak menyesakkan dada sedangkan gaharu buaya memiliki aroma pedas, terkadang pedih di mata.

2. Bentuk dan Ukuran
Bentuk dan ukuran gaharu asli maupun buaya hampir mirip tergantung dengan pembelian apakah berbentuk log atau gubal. Garu bouya dalam bentuk gubal sering dijumpai memiliki bentuk yang unik. Ukuran garu rawa lebih besar, hal ini juga tergantung dengan bagaimana petani mengambilnya dan order yang diterimanya.

3. Berat dan Serat
Gaharu buaya memiliki berat yang lebih dikarenakan lebih padat dan seratnya nampak licin. Akibatnya banyak petani sering mencoba menjual ke pengepul gaharu ini sebagai gaharu asli dengan grade super. Garu rawa apabila dimasukkan kedalam air akan tenggelamnya layaknya gaharu super.

4. Kandungan Resin
Gaharu buaya memiliki kandungan resin yang lebih banyak dari gaharu asli sehingga ketika dilakukan penyulingan akan menghasilkan minyak gaharu yang banyak. Minyak gaharu buaya sering digunakan untuk bahan tembak atau BMW (Black Magic Wood) yang juga memiliki pasaran tersendiri. Insya Allah pada postingan yang akan datang akan saya jelaskan apa itu BMW.

5. Manfaat dan Fungsi
gaharu rawa
gaharu rawa
Gaharu buaya juga memiliki manfaat dan fungsi yang tidak kalah dengan gaharu asli. Garu bouya banyak dijadikan kerajinan seperti tasbih, gelang ataupun lainnya. Karena bahan baku yang murah maka hasil kerajinan dengan bahan baku kayu biduroh ini lebih murah. Bahkan pembuatan gaharu sina'i dengan resin garu buaya banyak diminati oleh kelas menengah ke bawah di timur tengah.

Demikian informasi dari saya tentang perbedaan gaharu asli dengan gaharu buaya yang masih perlu perbaikan dan penambahan info dari kawan-kawan lainnya.
Semoga bermanfaat.

Load disqus comments

0 comments